Sabtu kemarin, 3 Maret 2007 ga terlalu banyak pasien yg berobat ke Puskesmas (PKM) tempat ku dinas. Tapi ada satu pasien bayi yg bikin aku trenyuh, pengen berbuat sesuatu yg lebih..
Bayi laki-laki lucu imut umurnya 1 bulan (mengingatkanku akan S waktu masih berumur satu bulan). Saat duduk kulihat kartu berobatnya yg juga merupakan rekam mediknya. Baru sekali diimunisasi. Kupersilahkan wanita yg membawanya (yg tadinya kukira ibunya) untuk menaruh bayinya ditimbangan. Setelah selsai ditimbang dan bayi tersebut kembali dalam gendongan, kemudian mulai ku bertanya tentang apa yg membuat mereka bertiga (wanita itu dateng membawa si bayi dan gadis kecil berseragam pramuka) datang. Ternyata si bayi diare, kutanya2 tentang berapa lama, seperti apa diarenya, apa ada lendir, minum ASI atau susu botol, seperti apa frekuensi minum dsbnya. Si bayi sempet diberikan oleh neneknya bubur tepung beras! Ya ampun, bayi kecil ini kan harusnya belum diberikan apa2 selain ASI atau Susu PASI. Kenapa neneknya yg memberikan susu dan bubur ya? Ibu nya tau tidak ya?
Lama2 kuketahui yg datang mengantar bayi kecil itu berobat adalah bibi si bayi, adik dari ibu si bayi mungil. Ternyata... Sang Ibu sendiri baru meninggal awal bulan lalu, tepatnya tanggal 8 Februari 2007 lalu, setelah dirawat di sebuah rumah sakit dan sempat mengalami koma..
Duh sedihnya... begitu tahu bayi kecil itu telah menjadi Piatu di usianya yg masih sangat sangat memerlukan seorang ibu. Siapa yg tanpa keluh kesah akan mengganti popok mu? dengan sabar akan menyuapimu? mengajakmu bermain dengan gembira? bernyanyi untuk menghiburmu? Semoga keluarga yg merawatmu senantiasa di beri kesabaran dan kebahagiaan dalam mengasuhmu, bayi mungil... Saat si bayi akan pulang tak lupa kuberikan ciuman sayang di keningnya..






No comments:
Post a Comment